body { font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 1.6; margin: 20px; color: #333; } h1, h2, h3 { color: #004080; } ul { margin-left: 20px; } .image-container { text-align: center; margin: 20px 0; } .image-container img { max-width: 100%; height: auto; border-radius: 5px; box-shadow: 0 2px 8px rgba(0,0,0,0.2); } .caption { font-size: 0.9rem; color: #555; margin-top: 5px; } a { color: #0066cc; text-decoration: none; } a:hover { text-decoration: underline; } .highlight { background: #f0f8ff; padding: 10px; border-left: 4px solid #004080; margin: 15px 0; } table { width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0; font-size: 0.95rem; } table th, table td { border: 1px solid #ccc; padding: 8px; text-align: center; } table th { background: #004080; color: #fff; } table tr:nth-child(even) { background: #f9f9f9; }
Tribology adalah ilmu teknik yang mempelajari interaksi antar permukaan bergerak, termasuk fenomena gesekan, pelumasan, dan keausan. Ketika dua atau lebih permukaan bergesekan, akan timbul panas dan potensi kerusakan. Untuk mengurangi efek tersebut, digunakan lubricant seperti oil, grease, cooler, dan lainnya.
Di dunia industri, oli pelumas rutin diperiksa untuk keperluan Predictive Maintenance menggunakan peralatan khusus yang disebut Tribology Oil Analysis.
Jenis-jenis Oli
- Oli Mineral (mineral base oil) – berasal dari pengolahan minyak bumi (crude oil), terbagi menjadi:
- Light Product: gasoline, kerosene, fuel oil, diesel oil
- Heavy Product: lubricating oil, wax
- Oli Sintetis (synthetic base oil) – dibuat dari sintesa kimia dengan pengendalian struktur molekul, stabilitas viskositas, dan ketahanan oksidasi.
- Oli Organik (vegetable base oil) – berasal dari bahan nabati atau hewani.
Standar Oli: ISO-VG vs SAE
Dalam industri, digunakan standar viskositas ISO-VG (Viscosity Grade) untuk oli industri seperti ISO-VG 32, 46, dan 68. Sementara itu, standar SAE (Society of Automotive Engineers) lebih sering digunakan untuk oli kendaraan bermotor.
| ISO-VG (Industrial Oil) | SAE (Engine Oil) | SAE (Gear Oil) |
|---|---|---|
| 32 | SAE 10 | — |
| 46 | SAE 15 | — |
| 68 | SAE 20 | SAE 75W |
| 100 | SAE 30 | SAE 90 |
| 150 | — | SAE 140 |
| 220 | — | SAE 250 |
Peralatan Oil Analysis


Peralatan Oil Analysis menyajikan data dalam bentuk Trivektor:
- Wear → partikel logam aus (ferrous, mineral)
- Contamination → partikel kontaminan, ISO code, free water
- Chemistry → TAN, oksidasi, viskositas

Pengukuran Viskositas
Viskositas diuji pada suhu 40°C untuk gearbox & hydraulic oil, serta 100°C untuk transmission & engine oil. Viskositas menunjukkan kemampuan oli dalam melawan gaya geser (shear stress).
Pengukuran TAN, Oksidasi, dan Free Water
Digunakan untuk menentukan Oxidation Number, Total Acid Number (TAN), serta mendeteksi adanya Free Water dalam sampel oli.
Dikutip dari Handbook “The Oil Analysis Handbook” by Michael Holloway
Berikut adalah beberapa material komponen peralatan yang dapat menjadi sumber kontaminan logam pada oli.

Besi (Fe) → Komponen utama dari hampir semua peralatan. Wear & contamination pada Trivektor umumnya disebabkan gesekan antar material atau oli tercemar kotoran eksternal.
Tembaga (Cu) → Digunakan sebagai elemen campuran. Mudah dibentuk, konduktivitas panas & listrik tinggi. Umumnya pada HE dan Bearing.

Timah (Sn) → Campuran dengan tembaga & timbal untuk Sacrificial Bearing Liner.
Aluminium (Al) → Kuat, ringan, tahan korosi karena lapisan oksida. Campuran tertentu dapat tahan suhu tinggi.
Krom (Cr) → Material dengan kekerasan tinggi & ketahanan korosi baik.
Timbal (Pb) → Logam lunak, banyak digunakan untuk Sacrificial Wear Surfaces seperti Journal Bearing.
Silika (Si) → Umum ditemukan di oli bekas. Asalnya dari pasir (kuarsa), masuk akibat keausan material atau kontaminasi eksternal.
Perak (Ag) → Material terbaik untuk Bearing Plate karena gesekan minimum. Dapat ditingkatkan ketahanan korosi dengan campuran seng (Zn).
.material-item { margin-bottom: 2rem; } .material-item img { display: block; margin-bottom: 0.5rem; border-radius: 6px; } .material-item p { font-size: 1rem; line-height: 1.6; }

Standar ukuran kontaminan oleh partikel menggunakan NAS 1638 atau ISO Code 4406. NAS 1638 digunakan pada aerospace dan beberapa industri, namun kini lebih banyak diganti dengan ISO 4406 karena lebih sederhana (3 digit).

ISO 4406 menggunakan format X/Y/Z. Contoh: 18/12/10 →
ISO > 4 = 18 (1300–2500 partikel/mL, >4µm)
ISO > 6 = 12 (20–40 partikel/mL, >6µm)
ISO > 14 = 10 (5–10 partikel/mL, >14µm)
Standar umum di pembangkit listrik (PLTU) → 20/18/15.
TAN dipakai untuk oli Hydraulic, Gear, Compressor. TBN dipakai untuk Engine Oil. TAN naik seiring operasi, TBN turun karena netralisasi.
Pengurangan viskositas → panas operasi, gesekan fluida, hidrolisis, bahan bakar.
Peningkatan viskositas → oksidasi, polimerisasi, kontaminan, emulsi air, udara, antifreeze.
.content-block { margin-bottom: 2rem; } .content-block img { display: block; margin-bottom: 0.5rem; border-radius: 6px; } .content-block p { font-size: 1rem; line-height: 1.6; }