Apa Itu FAME Pada Biodiesel?
FAME adalah singkatan dari Fatty Acid Methyl Ester—senyawa hasil reaksi antara minyak nabati (misal: sawit, kedelai, jarak, atau minyak goreng bekas) atau lemak hewani, dengan metanol dan katalis (seperti NaOH/KOH) melalui proses transesterifikasi.
FAME menjadi komponen utama biodiesel, yaitu bahan bakar nabati ramah lingkungan pengganti solar (diesel) fosil.
Bagaimana FAME Digunakan di Indonesia dan Dunia?
- FAME dicampurkan ke dalam solar untuk membuat biosolar dengan persentase tertentu:
- B20 = 20% FAME + 80% solar
- B30, B40, dst, tergantung regulasi negara
- Biosolar FAME langsung bisa digunakan di mesin diesel modern tanpa modifikasi signifikan.
- Kandungan FAME membuat bahan bakar:
- Lebih mudah larut dalam solar/minyak bumi
- Viskositas lebih rendah dari minyak nabati murni
Fungsi & Manfaat FAME pada Biodiesel
- Menjadi sumber energi nabati/terbarukan di sektor transportasi dan industri
- Mengurangi emisi karbon dan polusi udara
- Meningkatkan kinerja mesin dan kompatibel dengan sistem injeksi modern
- Kualitas biodiesel sangat dipengaruhi oleh kemurnian dan komposisi FAME-nya
Kesimpulan:
FAME adalah ester metil asam lemak hasil pengolahan minyak nabati/lemak hewan, komponen dasar biodiesel, dan dipakai sebagai campuran biosolar di Indonesia maupun secara global.
Campuran solar + FAME menghasilkan biosolar modern, seperti B20 (20% FAME), B30, B40, dst.
FAME adalah ester metil asam lemak hasil pengolahan minyak nabati/lemak hewan, komponen dasar biodiesel, dan dipakai sebagai campuran biosolar di Indonesia maupun secara global.
Campuran solar + FAME menghasilkan biosolar modern, seperti B20 (20% FAME), B30, B40, dst.